Kaca Mata Kuda: Bangkit Kembali

By Diari Upik Abu - Juli 10, 2023

˚₊𓆩༺🕷༻𓆪₊˚  

 Hai Guys,

 Salam kenal, ini Upik Abu yang meraih mimpi menjadi kenyataan.


 Pernahkah kalian merasa dikhianati? Mungkin jawabannya pernah. Jika belum, tidak ada salahnya terus melanjutkan membaca artikel ini. Semua orang pasti mengerti arti kata ini. Kata yang selalu dihindari bahkan menimbulkan sakit luar biasa bagi yang mengalaminya. Pengkhianatan  yang dialami dapat berupa berbagai cara. Merongrong perasaan kita sedikit demi sedikit hingga sampai tahap yang tidak tertahankan. Pengkhianatan bukan hanya hubungan dari dua insan manusia, dengan bahasa gaulnya selingkuh. Namun, pengkhianatan dapat juga terjadi di dalam hubungan sosial yang lain bahkan di dunia kerja. 


        Dunia kerja? Yup, Guys. Upik Abu akan memulai menulis diarinya yang pertama. Dunia kerja, kata ini terdengar menjanjikan bukan? Fresh Graduate, selalu memimpikan dunia kerja yang nyaman dan sudah pasti dengan gaji yang besar. Bermimpi akan meraih semua standar keberhasilan yang selalu diukur dari rumah mewah, mobil mewah, tabungan yang banyak bahkan memimpikan gaya hidup hedon. Upik Abu tidak akan pernah memimpikan hal tersebut di awal perjuangan hidupnya. Memiliki rumah yang nyaman walaupun sederhana, sudah patut disyukuri. Memiliki mobil walaupun tidak mewah yang penting terhindar dari hujan dan panas, suatu anugerah yang besar. Perjuangan hidup yang dialami setiap orang walaupun jalannya berbeda selalu saja ada akhirnya. Apakah akhir yang bahagia?    Apakah akhir yang sedih? Hanya takdirlah yang menentukan semuanya. 

        Disini Upik Abu akan menceritakan sedikit cerita hidup. Selama masa pencapaian itu, kadang kala kita memakai kaca mata kuda. Mengapa demikian? Baiklah Guys, Upik Abu akan mulai menceritakannya. Mudah-mudahan, cerita ini dapat bermanfaat. Sebagai catatan kaca mata kuda biasanya dipakaikan kepada kuda yang menarik beban seperti andong. Kaca mata tersebut mencegah kuda untuk melihat ke belakang atau ke samping agar segera sampai di tujuannya. Dalam hidup ini, ada sebagian orang yang melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati tetapi ada yang tidak. Mari kita fokus dengan orang yang sepenuh hati. Bekerja dan meraih yang terbaik bahkan diberi kepercayaan melebihi tanggung jawabnya sendiri. Benefit yang merupakan feedback dari pekerjaannya bahkan tidak melebihi orang lain. 

        Apakah kamu merasa tipe orang seperti ini bodoh? Wait, orang seperti ini pasti mempunyai alasan. Bekerja sepenuh hati, walaupun tidak sesuai feedback. Apa alasannya? Banyak. Kemungkinan memang memerlukan pekerjaan dan takut diberhentikan, apalagi sekarang mencari pekerjaan sangat susah bukan? Kemungkinan berikutnya bisa jadi karena mencintai pekerjaannya, jadi uang bukan segalanya. Mencintai, benar mencintai. Orang-orang yang mencintai pekerjaannya merasa berada di zona aman sehingga memakai kaca mata kuda. Kaca mata kuda? Yup Guys, walaupun ada penawaran yang lebih baik dia tetap mempertahankan pekerjaannya dan menolak tantangan berikutnya walaupun feedback yang dia dapatkan jauh lebih besar. Mengapa? Zona aman. Kaca mata kuda, yang dipakai membuat pencapaian yang diakui atasan. Hanya pengakuan. Bagaimana dengan pendapatan? Jauh api dari panggangan. Namun, dia tetap ikhlas menjalani, karena zona tersebut memberikan kenyamanan sepenuhnya. 

        Roda hidup terus berputar, mengakibatkan atasan yang dulu mempercayai dan memujinya akhirnya hilang ditelan awan gelap. Maka, tinggallah pekerja yang sepenuh hati tersebut dengan kaca mata kudanya. Berharap atasan berikutnya melihat semua hasil kerjanya yang telah dia berikan bertahun-tahun. Waktu terus berlalu, namun harapannya sangat besar atasan barunya mampu melihat kerja kerasnya. Apa yang terjadi? Kaca mata kudanya harus dilepas. Ternyata, atasan baru tidak mampu melihat kemampuan dan hasil kerja kerasnya.



        Ibarat jatuh dari tangga, bukan hanya tidak melihat kemampuannya bahkan ada pengurangan pendapatan. Sakit hati? Kecewa? Semua terasa sia-sia? Itulah hidup. Sakit yang kita rasakan harus mampu kita ubah menjadi peluang yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Buka kaca mata kuda kita Guys, anggaplah dunia ini tetap indah hanya saja kita harus mengubahnya menjadi peluang terbaik. Jika kita memulai dengan baik maka yakinlah hasilnya tetap baik. Anggap ini, sebagai momentum indah di dalam hidupmu. Nikmati, dunia belum 
berakhir guys. 

        Lepaskan kaca mata kuda kita, pandanglah dunia ini lebih luas. Jika perubahan itu terlalu cepat, coba ganti kaca mata kuda kita dengan jendela. Setidaknya wawasan kita semakin luas untuk melihat dunia ini. Perubahan yang kita alami adalah awal kebangkitan kita untuk menuju cita-cita yang ingin kita raih setidaknya tujuan kita lebih positif dan terutama lebih membahagiakan. Ayo, kita harus semangat.


        Tidak semua kejadian yang kita alami akan berakhir buruk, kadang kala jalan susah tidak selamanya akan berakhir pahit seperti empedu. Mungkin saja itu adalah celah walaupun sedikit saja untuk memasuki dunia yang lebih baik bahkan mungkin saja ada kejutan manis yang akan menunggu kita. Jadi, jangan putus asa dan teruslah berusaha. Atas seizin Sang Khalik, asalkan ada kemauan maka tentu saja ada jalan. Bukan hanya kalian Guys, Upik Abu juga sedang menyemangati dirinya sendiri dan mencba memandang positif semua kekesalan, kekecewaan yang dihadapi.

        Maka di sini Upik Abu juga ingin melepaskan kaca mata kudanya, mencoba memberanikan memulai sesuatu yang baru. Menjadi seorang blogger. Saya akan menceritakan semua aktivitas yang saya lakukan. Mohon masukan dan dukungannya ya Guys, salam hangat. 

/) /) ପ(˶•-•˶)ଓ ~ ~ ~ ♡ /づ づ


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar